- Retret PWI Masuki Hari Kedua, Disiplin dan Integritas Jadi Penekanan
- Rangkaian HPN 2026, PWI dan Kemenhan Gelar Retret Perkuat Pers Profesional dan Berwawasan Kebangsaan
- Danrem 064/MY Tekankan Disiplin dan Etika Prajurit Saat Kunker ke Kodim 0602/Serang.
- Rangkaian HPN 2026, 200 Wartawan Siap Berangkat 'Retret' Orientasi Kebangsaan dan Bela Negara
- Ombudsman Banten Serahkan Hasil Kajian Pelayanan Samsat dan Pengawasan Program Sekolah Gratis kepada Gubernur Banten
e-Asuh, Program Unggulan DWP Banten Atasi Stunting
SERANG, beritaindonesianet – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Banten memiliki program unggulan e-Asuh. Program ini bertujuan sebagai media edukasi untuk memberikan stimulagi kepada anak, khususnya anak stunting.
Penasihat DWP Provinsi Banten, Tine Al Muktabar mengatakan, sosialisasi dan implementasi e-Asuh merupakan program unggulan DWP Provinsi Banten. “DWP Provinsi Banten melakukan bayak hal untuk negeri dari mulai aspek pendidikan utamanya untuk meningkatkan kapasitas orang tua dalam menstimulasi anak, pola asuh anak sehingga bisa mengawal anak-anak sebaik-baiknya,” ujarnya.
Menurut Tine, kegiatan DWP dalam aspek ekonomi berupa pembinaan kewirausahaan perempuan-perempuan menjadikan ketahanan ekonomi keluarga baik yang akhirnya pada ketahanan ekonomi lokal hingga nasional. “Pada aspek sosial budaya dengan DWP Peduli untuk bantuan bencana alam, pada anak yatim, panti jompo, dan kemiskinan ekstrem.”
Tine berharap para anggota DWP mampu menjadi motor penggerak untuk terus menyosialisasikan pada keluarganya, kerabatnya, dan masyarakat secara luas.
Sementara itu, Ketua Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Provinsi Banten Siti Maani Nina mengatakan bahwa aplikasi e asuh merupakan hasil inisiasi dari DWP Banten bekerja sama dengan Universitas Indonesia. Aplikasi ini bisa diakses oleh semua masyarakat. “E asuh ini kaitannya dengan penanganan stunting di provinsi Banten, bagian dari pola pengasuhan anak agar anakndapat termonitor dari sejak dalam kandungan hingga tumbuh kembang anak di area golden age atau usia emas 0-5 tahun,” kata Nina usai acara Sosialisasi Aplikasi e-Asuh, Jumat (22/11).
Dalam aplikasi e-asuh, terdapat tata cara pemantauan pertumbuhan dan perkembang mulai dari sejak kandungan sampai pada saat lahir hingga pertumbuhan anak. Kemudian juga pola asuh, semisal pemberian asi eksklusif , imunisasi dan lingkungan yang berkaitan dengan kebersihan. ” Itu semua ada di dalam materi e asuh.” (adv)
